Mahasiswa Internasional Jelajahi Warisan Kesultanan Deli | Takjub dengan Kemegahan Masjid Raya Al-Mashun dan Istana Maimun
- timredaksi Senin, 08 Juni 2026
Medan, 6 Juni 2026 – Rangkaian kegiatan Student Mobility International 2026 yang diikuti mahasiswa dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Universiti Utara Malaysia (UUM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), International Islamic University Malaysia (IIUM), Krirk University Bangkok, dan Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) berlanjut dengan kunjungan edukatif ke dua ikon bersejarah Kota Medan, yaitu Masjid Raya Al-Mashun dan Istana Maimun, pada Sabtu (6/6).
Kunjungan ini bertujuan memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan peradaban Melayu Deli kepada para mahasiswa internasional melalui pengalaman belajar langsung di lapangan.
Di Masjid Raya Al-Mashun, peserta mempelajari sejarah salah satu masjid paling bersejarah di Indonesia yang dibangun oleh Sultan Ma'mun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah, Sultan Deli ke-9. Masjid yang mulai dibangun pada tahun 1906 dan digunakan pertama kali pada tahun 1909 tersebut menjadi simbol kejayaan Islam Melayu Deli dengan perpaduan arsitektur Timur Tengah, India, dan Eropa yang khas dan memukau.
Selain mengagumi keindahan arsitekturnya, para mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai peran Masjid Raya Al-Mashun sebagai pusat perkembangan peradaban Islam di Sumatera Timur serta kontribusinya dalam perjalanan sejarah Kesultanan Deli hingga masa kini.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Istana Maimun, salah satu landmark paling terkenal di Kota Medan yang dibangun pada tahun 1888 dan selesai pada tahun 1891. Istana peninggalan Kesultanan Deli tersebut menampilkan perpaduan arsitektur Melayu, Islam, Eropa, dan India yang menjadikannya sebagai salah satu bangunan bersejarah paling unik di Indonesia.
Di Istana Maimun, para peserta mendapatkan kesempatan istimewa untuk mempelajari sejarah Kesultanan Deli secara langsung melalui sesi berbagi wawasan bersama Tengku Muhammad Dicky, selaku Tengku Muda Kejeruan Percut, dan Yudi Daeng Polewangi, selaku Tok Muda Abisatya Raja. Melalui sesi tersebut, mahasiswa diajak memahami perjalanan sejarah Kesultanan Deli, filosofi arsitektur istana, koleksi peninggalan kerajaan, hingga kisah legendaris Meriam Puntung yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Melayu Deli.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Bagi banyak mahasiswa internasional, kunjungan ini menjadi pengalaman berharga untuk mengenal lebih dekat kekayaan sejarah dan budaya Indonesia, khususnya warisan Melayu yang masih terjaga hingga saat ini.
Melalui kegiatan Student Mobility International 2026, UNPAB terus berkomitmen menghadirkan pengalaman pembelajaran berbasis budaya dan sejarah yang memperluas wawasan global mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik peserta, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan dan kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai negara dalam semangat saling memahami dan menghargai keberagaman budaya dunia.
unpab