Seminar Nasional Fakultas Pertanian dengan Guru-Guru Besar dari berbagai Universitas
- humas Senin, 26 Mei 2014
Sadar akan masalah pangan yang dihadapi oleh Indonesia seperti semakin tinggi nya konsumsi pangan masyarakat Indonesia terhadap barang impor, semakin minimnya lahan pertanian karena konversi ke lahan non pertanian, serta semakin tingginya jumlah penduduk Indonesia. Membuat Universitas Pembangunan Panca Budi Fakultas Pertanian mengadakan Seminar Nasional yang bertemakan “ Mengagas Ide Alternatif Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional Dengan Penerapan Pertanian Berkelanjutan”. Seminar yang di hadiri oleh Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi yang diwakili oleh Gubenur Sumatera Utara yang di wakili oleh Ir. Dahler Lubis M.Si, Staff khusus Utusan Kepresidenan RI untuk penanggulan kemiskinan Deputi UPKRI Dr. Marcelus Rantetena, Kepala BAdan Ketahanan Pangan Sumut Prof. Dr. Bilter Sirait MP, Ketua DPP SPI Hendri Saragih, Kepala Loka Kambing Potong Dr. Heren Batubara, serta di hadiri juga oleh guru besar seperti Dr . Ricardo Particio dari Central Philipine University, Prof. Rafiki tantowi dari Group Center, Prof. Tartus Univ. Padjajaran, Prof. Dr. Erika Bilakoni dari IPB.
Sebelum masuk pada sesi pembahasan materi Univeritas Pebangunan Panca Budi melaksanakan Penanda Tanganan MoU dengan Group Center Kopertis Wil I di wakili oleh Prof. Dr. Ir. Ahmad Rafiki Tantowi MS dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit Yang di wakili oleh Dr. Eko Nuryanto, M.Si,. Selain itu penanda tanganan MoU dan MoA Balai Pembibitan Tanaman Dan Sayuran Kebun Percobaan Berastagi yang di wakili oleh Rinalson Sinaga , Serikat Petani DPW SPI Sumatera Utara yang di wakili Zubaidah dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Lokal Penelitian Kambing Potong yang di wakili oleh DR. Ir. Karon Batu Bara MC dengan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Panca Budi
Ketua seminar Hanifah Mutiah ZN Amrul, S.Si, M.Si dalam pembukaanya menyampaikan bahwa seminar nasional ini terlaksanakan atas kerjasama Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Panca Budi dan Seriket Petanin Indonesia DPW Sumatera utara, seminar ini di hadiri oleh 300 peserta dengan dari Sumut, Aceh, Sumbar, dan Jawa yang berasal dari petani yang berasa dari Medan, Deli Serdang, dan Langkat, dan pihak akademisi mahasiswa S1, S2, dan juga para dosen.
Dekan Fakultas Pertanian UNPAB dalam sambutanya menyampaikan pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang senantiasa harus di penuhi dan pangan di suatu bangsa adalah suatu keharusan agar bangsa tersebut mandiri. Indonesia merupakan negara agraris yang bisa panen sepanjang tahun, sehingga mampu memenuhi kebutuhan panganya sendiri, dan seharusnya Indonesia bisa mengekspor berbagai bahan pangan ke negera yang memiliki 4 musim dan yang hanya mampu bertanam dalam 6 bulan dalm setahun, tetapi pada kenyataanya Indonesia malah sebaliknya, Indonesia justru menjadi negara konsumsi bahan pangan impor yang semakin tinggi disetiap tahunya.
Seminar Nasional ini bertjuan untuk membangun sistem pertanian yang berkelanjutan dengan manfaat langsung, munculnya kemandirian pangan, petani tidak lagi menggantungkan input pertanian pabrikan dari bantuan pemerintah, aneka benih local menjadi terlestari sepanjang waktu, ketersediaan dan keragaman pangan lebih meningkat dengan demikian petani lebih tahan pangan dan terhindar dari ancaman kerawan pangan , sedangkan manfaat tidak langsung bercirikan tanah akan tetap subur dan keragaman produk pangan yang semakin sehat.
Serikat Petani Indonesia DPW Sumatera Utara yang diwakili oleh Zubaidah mengharapkan dengan seminar nasional ini kita bisa mengambil hikmah dan manfaat dari pemateri ataupun narasumber untuk kita terapkan pada diri sendiri ataupun untuk lingkungan sekitar kita. Kita juga berdaulat berdaulat secara pangan, berdaulat ekonomi, dan berdaulat politik.
Setali tiga uang juga di sampaikan oleh Gubenur Sumatera Utara yang di wakili oleh Ir. Dahler Lubis M.Si, Atas nama pemerintah prov sumut diucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada civitas akademik UNPAB khususnya Fakultas pertanian yang telah melaksanakan seminar nasional ini, semoga dengan seminar ini menghasilkan suatu rumusan yang menyelesaikan masalah krisis pangan dan mendorong terwujudnya kedaulatan pangan. Saat ini yang menjadi agenda global adalah ketahana pangan dan kemiskinan. Karena ketahanan pangan menjadi suatu yang sangat tinggi pada suatu pembangunan. Oleh karena itu penanganan ketahanan pangan harus di tangani dengan serius. Oleh Karena itu komitmen pemerintah terhadap ketahanan pangan menjadi tunas sentral dalam kegiatan pembangunan negara ini. Potret kebijakan mengimpor beras pada dasaranya tidak lepas dari kondisi petani. Ketahanan pangan juga mengambil peran dalam meningkatkan kesejahteraan yang tidak lain arahnya untuk menjamin ketersediaan pangan serta mendapatkan pangan secara mudah dan murah. Masalah pokok sangat tergantung pada bagaimana kebijakan rasional di bidang pertanian kita harus mbisa menghitung untuk jangka panjang dan jangan pendek untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Hal tersebut harus di perkirakan dari angka penduduk, kesediaan lahan, dan kapasitas produksi serta pehitungan lain di luar aspek pertanian. Kita menyadari lahan pertanian itu semakin kurang karena konversi lahan non pertanian. Seminar nasional ini adalah sangat relevan dan tepat dengan sikap rencana aksi presiden pada hari pangan sedunia tahun 2013, dimana rencana tersebut adalah strategi tepat terhadap pangan nasional.
Rektor Universitas Pembanguna Panca Budi yang diwakili oleh Dr. R. Hamdani Harahap juga mengatakan universitas Pembangunan Panca Budi memiliki 6000 mahasiswa dan 5,5 hectar lahan harapanya universitas ikut berpartisipasi dalam bidang pangan ini.
Deputi UPKRI Dr. Marcelus Rantetena, Ketua DPP SPI Indonesia Hendri Saragih dan Badan ketahanan Pangan Sumatera Utara Prof. Dr. Bilter Sirait merupakan narasumber pada sesi pertama. Dalam sesi ini ke tiga pemateri menyampaikan pemaparan mengenai bagaimana produksi, Konsumsi dan ditribusi. Seminar ini semakin terasa hidup dengan adanya beberapa pertanyaan dari beberapa peserta seminar. Di akhir sesi diskusi pertama moderator mengambil 1 kesimpulanya yaitu apapun yang dilakukan oleh pemerintah terhadap pertahanan pangan ini harus memihak pada kesejahteraan rakyat.
Sesi kedua diskusi yang diisi oleh Dr . Ricardo C. Particio dari Central Philipine University dengan Moderator Ruri Aditya Sari, M.Sc,. Guru besar yang berasal dari negara dengan penghasil bahan pangan yang cukup tinggi ini menyampaikan materi yang berjudul Beneficial Indigenous Microorganisms for Horticultural Crops.
Dan pada sesi diskusi ke tiga, Prof. Dr. Ir. Erika Bilakoni dari IPB dengan judul Peran Perguruan tinggi terhadap Pembangunan Pertanian Berkelanjutan, Kemandirian Pangan, Dan Sinergi Dengan Dunia Usaha Dan Indsutri dan Prof. Tartus Suganda M.Sc dari Univ. Padjajaran Bandung dengan tema pembahasan apa saja yang bisa dilakukan perguruan tinggi khususnya mahasiswa dalam pertahanan bahan pangan, dengan moderator Supresti Wendi, ST., M.Si,.
Pada sesi paling terakhir pemakalah yang diperselahkan masuk ke ruangan yang telah di jadwalkan, di kelas, di kelas masing-masing pemakalah mempresentasikan hasil penelitian dan pengamatanya di bidang pertanian. Dekan Fakultas Pertanian dan Dosen Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan juga tidak ketinggalan dalam mempersentasikan hasil penelitianya. Banyak Ilmu dan pengetahuan yang dipaparkan pada saat itu. Semoga saja dengan adanya seminar ini, bisa menambah pengetahuan dan kemajuan di bidang pertanian. Dan semoga negara tercinta ini tidak lagi menjadi negara pengimpor yang sangat besar, tetapi menjadi negara peng-ekspor yang sangat besar.