Kuliah umum Fakultas Pertanian dengan Prof. Ricardo C. Patricio
- humas Jumat, 16 Mei 2014
Selama ribuan tahun, warga kepulauan Filipina yang bahagia dan pekerja keras ini telah mengembangkan sistem cocok tanam Padi yang sangat maju, yang menyediakan makanan pokok bagi masyarakatnya. Dan Indonesia merupaka negara memiliki penduduk konsumsi beras tertinggi, "Masyarakat Indonesia mengkonsumsi sekitar 130 kilogram per kapita per tahun. Hal ini sangat tinggi dibandingkan dengan masyarakat di negera-negara lain," Ungkap Sarwono Menteri Pertanian yang dikutip oleh www.antarnews.com. Hal ini menjadi penelitian oleh para ahli tentang bagaimana penanaman padi yang baik dan berkualitas tinggi tanpa merusak lingkungan atau keadaan tanah untuk kedepanya. Karena banyak petani Indonesia yang menggunakan Pestisida sebagai pupuk untuk penanaman padi, dengan alasan pestisida dapat meningkatkan hasil pertanian. Padahal Pestisida mengandung Lebih dari 98% insektisida dan 95% herbisida menjangkau tempat selain yang seharusnya menjadi target, termasuk spesies non-target, perairan, udara, makanan, dan sedimen. Pestisida dapat menjangkau dan mengkontaminasi lahan dan perairan ketika disemprot secara aerial, dibiarkan mengalir dari permukaan ladang, atau dibiarkan menguap dari lokasi produksi dan penyimpanan.Penggunaan pestisida berlebih justru akan menjadikan hama dan gulma resistan terhadap pestisida.
Oleh Karen itu pada hari Jum’at, 16 Mei 2014. Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Panca Budi melaksanaka kuliah umum dengan pemateri yang berasal dari Central Philipine University yaitu Prof. Ricardo C. Patricio di ruang M.313. Kuliah umum dengan tema Budidaya tanaman pangan (Teknologi Budidaya Tanaman Padi) ini membahas mengenai sejarah tanaman padi di Indonesia dan Philipine, Golongan Jenis Tanaman Padi beserta kandungan-kandungan yang terdapat pada beras yang di hasilkan oleh masing-masing jenis tanaman padi tersebut, teori dalam penemuan yang ditemukan oleh para ahli mengenai tanaman padi di dunia, teknologi cara penanaman padi yang baik yang diambil sampel dari berbagai negara didunia, serta sekilas dampak penanaman pengunaan pestisida terus menerus.
Acara ini di hadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian Ir. Armaniar, M.P., Para dosen Fakultas Pertanian Serta dihadiri juga oleh 70 mahasiswa Fakultas Pertanian. Dalam sambutan Dekan Fakultas Pertanian mengucapkan selamat datang kepada Ricardo dan ucapan terimakasih karena telah berkunjung ke Universitas Pembangunan Panca Budi ini.
Antusias para perserta seminar sangat tinggi, banyak pertanyaan yang di lontarkan oleh para peserta seminar, baik itu dari Dekan, Dosen ataupun mahasiswa. Acara seminar ini semakin seru, dimana laki-laki yang berasal dari negara yang beribu kota manila ini meminta foto selfie kepada Dekan Fakultas Pertanian dan juga beberapa mahasiswa dan menyapa para peserta kuliah umum ini dengan bahasa Indonesia yang sangat baik.
Disela-sela perkuliahan, Prof. Ricardo C. Patricio mengungkapkan sudah banyak tempat yang dia kunjungi untuk melihat bagaimana sistem penanaman padi di Indonesia, khususnya seperti berastagi. Sangat di sayangkan, tanah sesubur itu tidak dijaga oleh para petani padi, para petani tetap menggunakan bahan pestisida untuk tanaman padi mereka, jika hal tersebut tidak di perhatikan di khawatirkan 400 atau 500 tahun kedepan tanah karo menjadi gurun pasir.
Menurut Ricardo, Indonesia merupakan tanah yang kaya, bahkan dalam paparanya menjelaskan bahwa ada pepatah Philipine mengatakan bahwa rakya Indonesia merupakan rakyat yang kaya tetapi pura-pura miskin. Ricardo juga menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat cantik. Di akhir kuliah umum, Prof. Ricardo C. Patricio memberikan tanaman Moringa (Kelor) kepada Dekan Fakultas Pertanian secara simbolis, dan foto bersama dengan para dosen dan mahasiswa.