Gebyar Hari Keputeraan ke-105, UNPAB Selenggarakan Seminar Nasional Bidang Militer dan Kenegarawan

Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan, menyelenggarakan Seminar Nasional Bidang Militer, dengan tema "Militansi Beragama Sebagai Upaya Menanggulangi Radikalisme" Dan Seminar Nasional Bidang Kenegarawan atau Pemerintahan, dengan tema "Ekspansi Politik Islam Dalam Polemik Pembangunan Bangsa", di UNPAB, Kamis / 23 Juni 2022.

Rektor UNPAB, Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, SE.,MM, Kepala SKUN UNPAB, H. Abdul Razak Nasution, SH.,Int., M.Sc, Rektor Bidang Kerja Sama, Keuangan, dan Infrastruktur UNPAB, Hasrul Azwar Hasibuan, SE.,MM, Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNPAB, Cahyo Pramono, SE.,MM, Ketua Panitia GHK ke-105 UNPAB, Dr. Yasmirah Mandasari Saragih, SH.,MH, Dekan se-UNPAB, Kepala Program Studi se-UNPAB, Civitas Akademika se-UNPAB, Mahasiswa/i se-UNPAB, Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh khalayak yang memeriahkan kegiatan GHK ke-105. 

Narasumber Seminar Nasional Bidang Militer :

-Letkol. (Mar) Farick Tr. Opsla. Beliau Komandan Batalyon Ifanteri 8 Marinir Harimau Putih Pangkalan Brandan.

-Brigjen Pol Ahmad Nur Wahid. Beliau Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia. 

Narasumber Seminar Nasional Bidang Kenegarawan atau Pemerintahan :

-Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. Beliau menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. 

-Prof. Subhilhar, M.A.,Ph.D. Beliau Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU). Pendidikan terakhir S3 di University Sains, Malaysia. 

-Dr. Drs. Heri Kusmanto, SH. Beliau berprofesi sebagai dosen di Universitas Sumatera Utara. Beliau juga Sekretaris Program Doktor Studi Pembangunan Universitas Sumatera Utara. 

Tarekat yaitu jalan yang ditempuh berdasarkan syariat oleh seorang thariq atau pejalan untuk menuju jalan hakikat dengan lebih memahami, mengetahui, dan mengenal Allah SWT.   

Militan memiliki pengertian bersemangat tinggi. Dalam mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia ini, dibutuhkan masyarakat yang bersikap militan, berjuangan untuk mempertahankan keutuhan berbangsa dan bernegara.

Indonesia sampai saat ini, masih dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, persaingan politik, saling adu domba, hoax, penistaan, dll masih saja yang terjadi. Perlu dipahami bahwa Radikalisme dalam beragama adalah paham yang dibangun di atas manipulasi, distorsi atau mendoktrin berbasis agama dengan budaya dan agama dengan pancasila. Ciri kelompok Radikalisme yaitu,  intoleransi perbedaan, ekslusif terhadap perubahan dan lingkungan, anti pemerintahan yg sah, maksudnya membangun sikap negatif, biasanya anti terhadap budaya kearifan lokal dan kebudayaan, serta anti tarekat dan tasawuf. 

Islam selalu mulia. Radikalisme dan terorisme adalah musuh semua agama dan manusia. Radikalisme dan terorisme merupakan fitnah dunia, untuk itu mari kita melawan radikalisme dan terorisme dengan cara militansi. Kita Harus menebar kasih sayang dan perdamaian. 

Nilai-nilai dan spirit Ayahanda Guru, Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, MA.,M.Sc, terus menerangi dalam melaksanakan aspek kehidupan ini. Nilai-nilai dan spirit beliau merupakan pekerjaan besar untuk kita teladani. Ayahanda Guru memiliki beragama latar belakang diantaranya, Keislaman, Keulamaan, Kenegarawanan, Kepemimpinan, Politik dan Sosial Masyarakat. 

Ayahanda Guru, Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, MA.,M.Sc, mewariskan atau menitipkan modal yang sangat bermanfaat  untuk hari dan kedepan. Semua zaman ada perubahan dan penyempurnaan, bukan sekedar cara membangun, kita harus mencari strategi dan modal pembangunan agar tidak menjadi negara gagal atau negara mati. 

Paradigma masyarakat menganggap bahwa politik itu tidak bersih, mungkin sebagian mengamini itu, tapi masih ada politik yang mengedepankan hati nuraninya. Politik jangan kita jauhi, sebab politik membutuhkan orang-orang yang lebih baik didalamnya.

Mutiara hikmah, ajaran, nilai-nilai, dan pedoman yang diwariskan Ayahanda Guru Prof. Dr. H. Kadirun Yahya MA.,M.Sc, dapat dijadikan iktibar atau pengajaran untuk kita semua. Harus kita ketahui, yang dapat berhasil adalah bukan politik islam, tetapi islam harus mempunyai ekspansi yang jauh lebih merata. Indonesia akan menjadi negara utama penggerak mayoritas beragama islam dalam membangun bangsa, negara dan dunia sesuai dengan warisan ilmu yang telah dititipkan oleh Ayahanda Guru Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya MA.,M.Sc.