Inter-Country Work and Exchange of Labour for the AEC o..

Inter-Country Work and Exchange of Labour for the AEC oleh Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan.

Jumat,14 Okt 2016 By redaksi

Medan-UNPAB Fakultas Ekonomi & Bisnis menyelenggarakan Seminar Internasional dengan Tema “Inter – Country Work and Exchange of Labour for the Asean Economic Community (AEC) di laksanakan sejak tanggal 14 – 15 Oktober 2016, bertempat di Gedung Perpustakaan, kampus Panca Budi, jalan Jenderal Gatot Subroto Km 4,5 Medan. Keynote speaker dalam seminar internasional ini adalah Michael Chick (Channel TV 3 Thailand), Dr. Hazril Izwar bin Ibrahim (Univ. Sains Malaysia), Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, (Rektor UNPAB), dan H. Kasim Siyo, Ph.D (Direktur Paskasarjana UNPAB). 

 

Keterangan Ketua Panitia Penyelenggara, Roro Rian Agustin, S.Sos, M.SP di damping oleh Wakil Ketua Rahmat Sembiring, SE, MSP. “Seminar ini mengedepankan tentang movement of national person (pertukaran tenaga kerja) ada delapan sektor, dua sektor sudah selesai dan muncul recognition agreementnya. Yang sudah selesai itu insinyur dan arsitek. Sisanya masih dalam persiapan, bukan hanya Indonesia saja tetap juga negara ASEAN lain, seperti dokter gigi, perawat, tenaga pariwisata, akuntan dan lain-lain (tenaga survei dan praktisi medis).”

 

Keterangan Drs. Anwar Sanusi, M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis, selaku penanggungjawab penyelenggara kegiatan seminar Internasional ini menjelaskan : “Tantangan terbesar bagi masyarakat Indonesia terkait dengan MEA adalah mengenai ketenaga kerjaan. Pasti tidak bisa dihindari mengenai  free of labor dan juga free of capital dan free of trade. Salah satu kata kunci penting di era ini adalah dunia tanpa proteksi. Artinya bahwa keluar masuknya tenaga kerja tidak akan diproteksi oleh negara. Di dalam MEA akan terjadi arus pekerja yang tidak bisa  dihalangi karena telah terdapat kesepahaman akan terjadinya pertukaran tenaga kerja. Selain itu juga akan terjadi pertukaran modal atau capital yang tidak bisa dihalangi disebabkan adanya kesepahaman mengenai pasar bersama dan single products. Juga akan terjadi pertukaran barang produksi yang tidak bisa dihalangi karena pasar bersama dan single products tersebut.”

 

Keterangan Ir. Bhakti Alamsyah, MT, Ph.D, Selaku Rektor I Bidang Akademik UNPAB mengatakan : “Agar pekerja Indonesia tidak kalah bersaing, para pekerja harus pandai membekali diri dengan aneka keterampilan seperti berbahasa asing terutama bahasa Inggris, dan mengikuti berbagai pelatihan. MEA bisa menjadi kesempatan emas bagi profesional Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bekerja di luar negeri mulai dari level staf, supervisor, manajer hingga direktur.”

 

Acara ini dihadiri oleh akademisi dan mahasiswa Strata 2 dari bidang studi ekonomi, dari perguruan tinggi di Sumatera Utara ini. Peserta berjumlah 125 orang, dan terbatas. Dan seminar ini juga akan menerbitkan prosiding, sebagai pengayaan keilmuan dan pengetahuan.

 

Hadir juga Dra. Hj. Irma Fatmawati, SH, M.Hum (Rektor II), Samrin, SE, MM (Rektor III), Prof. H. Aldwin Surya, MPd, Ph.D (Kaprodi Magister Manajemen), seluruh Dekan dan Ka Prodi di UNPAB.

Menyikapi dengan dibentuknya ASEAN Economic Community (AEC) atau dikenal dengan Komunitas ASEAN yang diharapkan mampu menyokong kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN dengan berlandaskan tiga pilar, yaitu politik-keamanan (politico-security cooperation), kerja sama ekonomi (economic cooperation), serta kerja sama sosial-budaya (socio-cultural cooperation). Maka pertanyaan muncul bagi kita seberapa siapkah Indonesia dalam menghadapi Komunitas ASEAN  ini? Seperti diketahui, sosialisasi mengenai Komunitas ASEAN  masih sangat minim sehingga rencana mengenai apa yang akan terjadi di dalamnya belum dapat diketahui masyarakat dengan jelas.

Menyikapi masalah tersebut sejauh mana tenaga kerja Indonesia dalam era MEA, bahwa pelaksanaan rencana aksi di bidang tenaga kerja diantaranya ada masalah : 1)Imigrasi tenaga kerja yang berketrampilan, akan ada pemindahan tenaga kerja tidak berbatas atau imigrasi tenaga kerja bebas. 2) Pertukaran informasi tentang pasar tenaga kerja, 3) Pertukaran pengalaman-pengalaman tentang penyusunan Undang-Undang, menjamin jaring pengaman sosial bagi pekerja. Atas dasar hal tersebut UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCABUDI (UNPAB) melakuan kegiatan Seminar Internasional dengan menampilkan narasumber dari bidang akdemisi dan pratisi yang handal di bidang ketenagakerjaan, serta mengundang universitas dan sekolah tinggi eonomi di kota medan:

 

  1. Dr. HM. Isya Indrawan SE., MM - Rektor Unpab Medan
  2. Michael Cick -  Anchor TV 3 Thailand
  3. Drs. H. Kasim Siyo, M.Si. Ph.D UNPAB– Indonesia
  4.  Dr. Hazril Izwar Ibrahim – USM Malaysia

Untuk memecahkan persoalan tenaga kerja Memahami dan mencari tahu peluang peluang pertukaran tenaga kerja di Asean, serta Memahami sistem Inter Country work and exchange of labour for the Asean Economic Communities (AEC). Acara ini diharpakan nantinya menjadi Focus Group Discussion (FGD) dengan ahli atau praktisi dalam untuk meningkatkan profesional mahasiswa dan civitas akademika UNPAB serta menyempurnakan lulusan UNPAB menjadi pengusaha termuka dan religius di masa depan.